Cara Menghitung Jumlah Kalori Makanan

Menentukan Jumlah Kalori pada Makanan yang Dikonsumsi

Metode Menghitung Jumlah kalori makanan melalui Kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak

Salah satu cara efektif untuk menghitung jumlah kalori pada makanan adalah dengan mempertimbangkan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang terdapat dalam makanan tersebut. Setiap zat gizi tersebut memiliki nilai kalori yang berbeda per gramnya, seperti:

  • Karbohidrat: setiap gramnya mengandung 4 kalori
  • Protein: setiap gramnya menghasilkan 4 kalori
  • Lemak: setiap gramnya memuat 9 kalori
  • Untuk mencari tahu jumlah kalori makanan, penting untuk mengetahui jumlah gram karbohidrat, protein, dan lemak yang terdapat di dalamnya. Kemudian, hitunglah kalori dari setiap nutrisi tersebut dengan mengalikan jumlah gram dengan nilai kalori per gramnya. Terakhir, tambahkan total kalori dari ketiga nutrisi tersebut untuk mendapatkan jumlah kalori makanan yang dikonsumsi.

    Metode Menghitung Kalori pada Makanan dengan Menggunakan Indeks Glikemik

    Menggunakan metode indeks glikemik adalah salah satu cara untuk menghitung kalori pada makanan dengan memperhatikan bagaimana makanan tersebut mempengaruhi tingkat gula darah. Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi akan cepat meningkatkan kadar gula darah dan mengakibatkan lonjakan energi yang cepat terkuras. Sementara itu, makanan dengan indeks glikemik rendah akan membuat kenaikan kadar gula darah berlangsung lebih lambat.

    Untuk menghitung kalori pada makanan dengan menggunakan metode indeks glikemik, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Ketahui nilai indeks glikemik makanan tersebut dan kuantitas karbohidrat yang terkandung di dalamnya.
  • Hitung jumlah kalori dengan mengalikan jumlah karbohidrat dengan indeks glikemik tersebut, dan kemudian dibagi dengan 100.
  • Menghitung Kalori pada Makanan dengan Rumus Harris-Benedict

    Rumus Harris-Benedict adalah salah satu rumus yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan kalori tubuh. Rumus ini memperhitungkan tingkat aktivitas fisik dan karakteristik individu, seperti usia, jenis kelamin, dan berat badan. Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan, menurunkan berat badan, atau meningkatkan berat badan.

    Rumus Harris-Benedict untuk menghitung kebutuhan kalori basal adalah sebagai berikut:

  • Untuk perhitungan berdasarkan jenis kelamin:

    – Pria: BMR = 88.362 + (13.397 x berat badan dalam kilogram) + (4.799 x tinggi badan dalam sentimeter) – (5.677 x usia dalam tahun)

    – Wanita: BMR = 447.593 + (9.247 x berat badan dalam kilogram) + (3.098 x tinggi badan dalam sentimeter) – (4.330 x usia dalam tahun)

  • Setelah mengetahui BMR, hitung jumlah kalori yang diperlukan dengan mengalikan BMR dengan faktor tingkat aktivitas fisik:

    Read more:

    – Tidak atau jarang berolahraga: Kalori = BMR x 1.2

    – Sedikit atau beberapa kali berolahraga ringan: Kalori = BMR x 1.375

    – Berolahraga ringan 3-5 kali per minggu: Kalori = BMR x 1.55

    – Berolahraga sedang 6-7 kali per minggu: Kalori = BMR x 1.725

    – Berolahraga berat atau pekerjaan fisik berat: Kalori = BMR x 1.9

  • Menghitung Kalori pada Makanan dengan Metode Aktivitas Fisik

    Metode Aktivitas Fisik adalah cara menghitung kalori pada makanan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar selama melakukan aktivitas fisik. Setiap jenis aktivitas fisik memiliki estimasi kalori yang terbakar per jamnya, yang sering kali ditampilkan dalam bentuk tabel atau aplikasi khusus.

    Untuk menghitung kalori pada makanan menggunakan metode ini, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Tentukan jenis dan durasi aktivitas fisik yang akan Anda lakukan.
  • Hitung jumlah kalori yang terbakar selama melakukan aktivitas fisik dengan mengalikan estimasi kalori terbakar per jam dengan durasi aktivitas tersebut.
  • Dalam menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, menghitung jumlah kalori pada makanan sangatlah penting. Melalui berbagai metode ini, Anda dapat memahami dan mengendalikan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan lebih baik.