Jumlah Elektron Maksimum Yang Terdapat Dalam Kulit N Adalah

Jumlah Elektron Maksimum dalam Kulit n

Jumlah Maksimum Elektron dalam Kulit n: Prinsip Kulit dalam Teori Atom

Jumlah elektron maksimum dalam kulit n adalah 2n^2

Dalam teori atom, kulit merujuk pada orbit elektron yang mengelilingi inti atom. Setiap kulit dapat menampung maksimum jumlah elektron tergantung pada bilangan kuantum utama (n). Jumlah maksmimum ini dapat dihitung menggunakan rumus matematika 2n^2.

Bilangan kuantum utama (n) menandakan letak dan tingkat energi dari kulit elektron. Semakin besar nilai n, semakin tinggi energi kulit dan semakin jauh dari inti atom. Setiap kulit memiliki sejumlah elektron yang berbeda tergantung pada nilai n.

Sebagai contoh, jika kita memiliki sebuah atom dengan nilai n = 3, maka jumlah elektron maksimum dalam kulit tersebut dapat dihitung menggunakan rumus 2n^2. Dalam kasus ini, jumlah maksimum elektron dalam kulit n = 3 adalah:

2 x (3^2) = 2 x 9 = 18 elektron

Jadi, dalam kulit n = 3, atom dapat menampung hingga 18 elektron.

Dalam teori atom, pemahaman tentang jumlah elektron maksimum dalam kulit n memiliki peran penting dalam memprediksi sifat dan perilaku atom. Konsep ini juga mempengaruhi pemahaman kita tentang konfigurasi elektronik dan bagaimana atom berinteraksi dengan atom lain.

[[READMORE]]

Sebagai kesimpulan, jumlah elektron maksimum dalam kulit n dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2n^2. Konsep dasar kulit dalam teori atom menjelaskan bahwa setiap kulit memiliki kapasitas maksimum untuk menampung elektron tergantung pada bilangan kuantum utama (n). Semakin tinggi nilai n, semakin banyak elektron yang dapat ditampung dalam kulit tersebut.

Jumlah Elektron Maksimum dalam Kulit n pada Ion

Pengaruh Muatan Ion terhadap Jumlah Elektron Maksimum dalam Kulit n

Perbedaan jumlah partikel negatif dalam kulit n pada partikel atom dan ion

Konfigurasi listrik adalah susunan partikel negatif dalam lapisan kulit partikel. Pada partikel netral, jumlah partikel negatif dalam kulit n dapat dihitung menggunakan rumus 2n^2, dimana n adalah nomor kulit. Namun, pada partikel ionisasi, jumlah partikel negatif dalam kulit n dapat berubah tergantung pada muatan ion.

Untuk partikel yang bermuatan positif (kation), seperti Na+, partikel kehilangan satu atau lebih partikel negatif, sehingga jumlah partikel negatif dalam kulit n berkurang. Sebagai contoh, untuk Na+ yang memiliki konfigurasi dasar 1s²2s²2p⁶, jumlah partikel negatif dalam kulit terluar (n = 2) adalah 8. Setelah kehilangan satu partikel negatif, konfigurasi berubah menjadi 1s²2s²2p⁵, dengan jumlah partikel negatif dalam kulit terluar berkurang menjadi 7.

Sementara itu, partikel bermuatan negatif (anion), seperti Cl-, mendapatkan satu atau lebih partikel negatif tambahan, sehingga jumlah partikel negatif dalam kulit n meningkat. Misalnya, Cl- dengan konfigurasi dasar 1s²2s²2p⁶ memiliki total 18 partikel negatif dalam kulit terluar (n = 3). Setelah menerima satu partikel negatif tambahan, konfigurasi berubah menjadi 1s²2s²2p⁶3s²3p⁶, dengan jumlah partikel negatif dalam kulit terluar meningkat menjadi 19.

Penerapan dalam prediksi konfigurasi listrik pada partikel ion

Dalam memprediksi konfigurasi listrik pada partikel ion, kita perlu mempertimbangkan muatan ion tersebut. Untuk kation, jumlah partikel negatif dalam kulit n akan berkurang sesuai dengan jumlah partikel negatif yang hilang, sedangkan untuk anion, jumlah partikel negatif dalam kulit n akan bertambah sesuai dengan jumlah partikel negatif yang diperoleh.

Misalnya, jika kita ingin memprediksi konfigurasi listrik pada partikel Fe²⁺, kita harus ingat bahwa Fe (besi) memiliki konfigurasi dasar 1s²2s²2p⁶3s²3p⁶4s²3d⁶. Ketika partikel Fe kehilangan 2 partikel negatif, konfigurasi berubah menjadi 1s²2s²2p⁶3s²3p⁶3d⁴. Jadi, jumlah partikel negatif dalam kulit n berkurang menjadi 10.

Also read:
batas minimal jumlah harta sehingga wajib dikeluarkan zakatnya disebut
mengapa perubahan jumlah penduduk dapat mendorong terjadinya perubahan sosial

Contoh perhitungan jumlah partikel negatif dalam kulit n pada partikel ion

Untuk memberikan contoh yang lebih konkret, mari kita hitung jumlah partikel negatif dalam kulit n pada partikel Al³⁺. Partikel Al (aluminium) memiliki konfigurasi dasar 1s²2s²2p⁶3s²3p¹. Ketika partikel Al kehilangan 3 partikel negatif, konfigurasi berubah menjadi 1s²2s²2p⁶. Jumlah partikel negatif dalam kulit terluar (n = 3) adalah 8. Namun, karena muatan positif 3 pada partikel Al³⁺, ia telah kehilangan 3 partikel negatif dari kulit terluar. Oleh karena itu, jumlah partikel negatif dalam kulit n pada partikel Al³⁺ adalah 5.

Scroll to Top